Sebuah cerita cinta dibalik manisnya es krim.

Us ~

Us ~

Jatuh cinta menjadi sederhana, ketika semua itu kamu.
@_yulesta
He, my right shoes.

Dia si sepatu kanan. 

Beberapa kesempatan kita sering terdiam, sibuk dengan ganget masing-masing. Aku si penggila twitter dan dia si penggila game. 
Banyak hal kecil yang sering kita (terutama aku) ributkan. Aku yang tidak menyukai terlalu perhatiannya kamu, dan betapa detailnya kamu jika itu berhubungan denganku. 
Ada hal-hal sederhana yang kerap kamu lakukan terkadang kuartikan sebagai tanda bahwa terlalu cerewetnya kamu untuk ukuran seorang laki-laki. 
Kamu adalah alasanku untuk menunggu malam tiba, karena saat itulah aku leluasa bercerita tentang apa saja tanpa merutuk kesal karena aku harus menjadi kedua dari tumpukan dokumen yang harus kamu periksa. Atau mungkin closing akhir bulanmu yang menyebalkan itu. 
Kamu, tak pernah memaksaku untuk melupakan dia yang kusebut masa lalu. Kamu pun tak pernah memaksa aku untuk selalu datang padamu. Kamu tak pernah menawarkan bahumu, tapi kamu selalu tahu saat aku perlu tempat bersandar. 

Kamu ada di saat yang tepat. 
Kamu ada tanpa aku meminta. 
Kamu tahu tanpa aku merajuk. 

Dan kamu selalu mempercayakanku, bahwa jarak hanyalah halusinasi manusia. 

Cinta menjadi sesederhana ini, sejak itu kamu. 

Sepatu Kanan.

Dia tidak selalu mengiyakan apa yang kurajuk, kupinta dengan wajah memelas. Ia dapat berkata tidak dengan tegas jika apa yang kuonginkan itu tak baik untukku. 
Dia tak menggenapi kekuranganku, tapi ia selalu memgingatkanku bahwa menjadi baik adalah tugas setiap manusia. 
Dia tak pernah meninggalkanku sendirian, ia selalu ada meski tak benar-benar ada secara fisik. Ia menyorakiku, berteriak paling lantang memintaku untuk terus maju saat aku mulai ragu dengan apa yang menjadi pengharapanku. 

Ia si sepatu kanan. 
Ia paling bahagia saat aku mampu berlari bersamanya, menembus hujan yang kadang mampir dalam perjalanan kami. Tapi ia juga yang paling takut jika hal itu membuatku lelah dan dingin. 

Thanks for being me. 


I love you, my right shoes.