Mencintai Cinta

Saya sedang mengingat 799 hari yang telah kita lewati bersama. Ratusan tawa yang sedang berusaha kuenyahkan. Nyatanya? melupakan segala bentuk perpisahan itu tak semudah ini, Sayang.

Menghapus jejak-jejakmu ternyata serumit ini.

799 hari bukanlah sejenak.

Jika tak ada lagi yang tersisa, ketahuilah saat aku memutuskan untuk pergi; akulah yang menahan perih dengan terlalu.

Pasuruan, 22 April 2014

Seharusnya kamu tahu, saat aku memutuskan pergi akulah yang paling terluka.
@_yulesta

Ada beberapa ask yang masuk di timblr ini. Tanya akun socmed saya…okay, saya yang lagi caper ini mau bagi-bagi id di akun socmed saya

Twitter : @_yulesta
Ig : perihujan
Line : perihujan_

Mungkin ini Bahagiamu yang juga bahagiaku.

Bahagia adalah melihat ia yang pernah gigih memperjuangkanmu, akhirnya menemukan bahagianya



Pagi ini satu pesan masuk di handphone saya, pesan dari seseorang yang sempat berjuang bersama saya mungkin lebih tepatnya seseorang yang gigih memperjuangkan saya.

 

"Hari ini aku memutuskan untuk melamarnya, yu.."

 

Saya tak langsung membalas pesan singkat itu, ingatan saya meluncur ke masa lima tahun yang lalu. Saat saya meninggalkannya di sudut MCD Kayutangan. Tanpa penjelasan dan tanpa memberinya kesempatan untuk tetap memperjuangkan kita.

Hari ini dia berbahagia atas pilihannya, bahagia atas penantiannya. 

 

"Selamat ya, aku ikut bahagia :)"

 

Pasuruan, 13 April 2014.

Sajak Jangan habiskan

Kawan, jangan habiskan air mata menangisi seseorang
yang jangan-jangan tidak pernah menangis untuk kita

Jangan habiskan waktu memikirkan seseorang
yang boleh jadi tidak pernah memikirkan kita

Hidup ini memang kadang ganjil sekali,
Ada milyaran orang, tapi kita menambatkan hati
Ada berjuta kesempatan, tapi kita memilih satu saja

Hidup ini memang kadang rumit sekali,
Ada banyak hari esok, tapi kita tidak beranjak
Terlalu banyak hari kemarin, tapi kita terus terbenam

Aduhai, hidup ini memang kadang menyebalkan sekali,
Ada begitu banyak tempat, tapi kita masih di situ-situ saja
Ada begitu banyak pilihan kendaraan, tapi kita tidak segera naik
Masih saja di sana. Menatap kosong kesibukan sekitar.

Sungguh, jangan habiskan waktu kita
Untuk seseorang yang tidak pernah tahu
Bahwa kita menghabiskan waktu demi dia.

Darwis Tere Liye