Terima kasih untuk rindu yang kau setiakan dalam doa.

Ketika.

Hampir empat bulan pasca putus. Menimbang (lagi) dan turun 2 kg, padahal awal tahun kemarin sudah habis persediaan lemak di tubuh.
Mikir bikin badan geripis ya?
Empat bulan membiasakan untuk tak bertukar kabar, awalnya kukira aku tak akan sanggup. Ternyata setelah tiga bulan berlalu aku masih hidup.

Patah hati bukan pertanda dari kematian kan?

Kamu pikir hal ini mudah bagiku? Mengabaikanmu yang telah memenuhi ingatanku—kamu salah sayang, cinta tak mudah pudar pada hati wanita.
@_yulesta
Aku tak sedang merutuki hal yang telah lalu, mengenangmu dalam kenangan ini adalah caraku mencintaimu yang telah memilih pergi.
@_yulesta
Yang tertinggal di Lebaran kali ini.

Lebaran kali ini berbeda, bukan karena cinta yang kandas tanpa restu atau aku yang menyadari cinta telah lama berangsur pergi sebelum benar-benar berakhir.

Lebaran kali ini berbeda, bukan karena aku menyadari bahwa kini ada wanita yang menemani hari-harimu. Wanita yang tak perlu meragukan masa depannya saat memilih bersamamu.

Lebaran kali ini berbeda, bukan karena aku tanpa sengaja berkunjung ke warung makan langganan kita dulu dan mendapati Ibu penjaga mengenaliku dan menyayangkan hubungan kita yang berakhir. Mendapati kenyataan kamu pun berkunjung ke tempat ini kemarin.

Lebaran kali ini berbeda, bukan hanya umurku yang telah genap dua puluh delapan tahun. Usia yang tak lagi muda, dan dua tahun lagi umurku berkepala tiga.

Lebaran kali ini berbeda, aku pun menyiapkan keputusan ini. Keptusan untuk benar-benar pergi. Meneruskan mimpi yang sempat kubagi bersamamu. Mimpi yang dua bulan lalu sempat aku buang jauh, tapi aku tahu ada cara lain untuk mengabadikan cinta tetap mewujudkan mimpi kita meski aku dan kamu telah memilih jalan yang berbeda pada akhirnya.

Selamat Hari Raya Idul Fitri.

Jombang, 2 Agustus 2014.

Ayu